Peternakan Hewan Sahabatku

Ketika liburan kenaikan kelas, aku berkunjung ke rumah paman. Pamanku tinggal di sebuah desa di kaki Gunung Salak, Jawa Barat. Paman memiliki lahan yang luasnya 1000 m2. Di sana, paman memelihara beberapa jenis hewan ternak.

Paman membangun 40% dari lahannya menjadi kandang untuk 20 ekor sapi peliharaannya. Di halaman belakang rumahnya, dibangun kandang ayam seluas 50% dari luas kandang sapinya. Sementara sisa lahan di samping rumahnya, dibuat tambak ikan lele yang luasnya 20% dari luas kandang sapi. Selain tambak ikan lele, paman juga membuat tambak ikan mujaer yang luasnya adalah 30% dari luas kandang. Di samping kandang sapi, tambak ikan mujaer dan tambak ikan lele dibuat kandang bebek dan tambak ikan gurami masing-masing luasnya 25% dari luas kandang sapi.

Perbandingan

Selama tinggal di rumah paman, aku mengikuti kegiatan paman setiap hari. Sebelum ayam berkokok paman sudah bangun. Kemudian ia pergi mencari rumput untuk pakan sapi-sapinya. Paman harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh rumput yang dapat dijadikan makanan ternak miliknya. Paman biasanya menghabiskan waktu satu jam untuk mencari rumput. Sekembalinya ke rumah, paman membersihkan kandang dan bersiap untuk memerah susu sapi. Paman dibantu juga oleh Juki untuk memerah susu. Juki adalah anak pamanku. Juki sepupuku. Kata Paman, supaya susu hasil perahannya banyak, maka waktu terbaik untuk memerah sapi adalah pagi dan sore hari. Usai memerah susu, paman lalu mengajakku untuk mengurus ayam-ayamnya.

Sementara paman mengeluarkan ayam dari kandangnya, aku mendapat tugas mengumpulkan telur-telur ayam. Setelah selesai mengurus ayam, giliran kolam lele yang dikerjakan. Paman mengajariku setelah lele diberi makan, kolamnya harus dibersihkan karena air yang kotor dapat menyebabkan lele menjadi sakit. Sebelum kolam dibersihkan, lele ditempatkan di bak besar berisi air terlebih dahulu. Setelah kolam selesai dibersihkan, diberi air, kemudian lele dimasukkan kembali ke dalam kolam.

Sekitar pukul 08.00, paman menyiapkan truk kecilnya untuk membawa susu dan telur ke kota. Aku diajak serta ke kota dan aku senang sekali karena dapat duduk di samping paman yang mengemudi. Sepanjang jalan, paman bercerita bahwa truk kecil itu baru dapat dibeli dua tahun yang lalu, sepuluh tahun sejak ia memiliki peternakan. Sebelumnya, paman harus membawa hasil ternaknya dengan bersepeda dan tak jarang susu yang dibawanya tumpah atau telurnya pecah. Aku kagum sekali mendengarkan cerita paman. Aku baru menyadari bahwa susu, telur, ikan, dan daging ayam yang tersedia di meja makan yang sering kita santap merupakan hasil kerja keras para peternak.

Mari Bersama menjawab pertanyaan berikut berdasarkan teks.

1. Sebutkan hewan-hewan yang dipelihara di peternakan “Hewan Sahabatku”.

Di peternakan “Hewan Sahabatku” terdapat sapi, ayam, ikan lele, ikan mujaer, ikan gurame, dan bebek.

2. Beternak hewan apakah yang memerlukan lahan paling luas?

Hewan yang memerlukan lahan paling luas adalah sapi

3. Beternak hewan apakah yang memerlukan lahan paling sempit

Hewan yang memerlukan lahan paling sempit adalah ikan lele

4. Bagaimana perbandingan antara luas lahan untuk memelihara kedua hewan tersebut?

Perbandingannya adalah 40 : 8 dari total luas lahan

5. Apa kunci kesuksesan paman dalam mengelola peternakannya?

Kunci kesuksesan paman adalah dengan bekerja keras dan ulet.