Perbandingan Senilai dan Perbandingan Berbalik

Perbandingan Senilai

  1. Berdasarkan Nilai Satuan

Di peternakan ‘Hewan Sahabatku’, harga 4 kg ikan lele sebesar Rp80.000,00. Berapa harga 6 kg ikan lele?

Jawaban:

Untuk dapat mengetahui berapa harga 6 kg ikan lele, kamu harus mengetahui terlebih dahulu harga satu kg ikan lele. Informasi apa yang dapat kamu jadikan modal untuk menjawab soal tersebut?

Perhatikan kalimat pertama pada soal, “Harga 4 kg ikan lele Rp80.000,00”. Informasi ini sangat membantu kamu agar dapat menjawab permasalahan yang diajukan. Kalau harga 4 kg ikan lele Rp80.000,00, berapa harga satu kg ikan lele?

Harga 1 kg ikan lele = 80 000/4 = 20 000

Kamu sekarang telah mengetahui harga 1 kg ikan lele sebesar Rp20.000,00. Dengan demikian, kamu dapat mencari harga 6 kg ikan lele, yaitu sebagai berikut.

Harga 6 kg ikan lele = 6× harga 1 kg ikan lele = 6 × 20.000 = 120.000

Jadi, harga 6 kg ikan lele adalah Rp120.000,00.

2. Berdasarkan Perbandingan

Cara kedua untuk menghitung perbandingan senilai adalah dengan membandingkan banyak barang dan harganya. Kita akan mencoba menyelesaikan permasalahan pada contoh soal di atas dengan cara perbandingan sebagai berikut.

Perbandingan Senilai Tabel 1 Harga Lele

Perbandingan banyaknya ikan lele dan harganya dapat ditulis dalam bentuk
4 : 6 = 80.000 :

Dalam bentuk yang lain dapat ditulis menjadi = 4 : 6 = 80.000 : x dan dapat diselesaikan dengan cara sebagai berikut.

X = 6/4 × 80.000
4 x X = 6 × 80.000
X = (6 x 8000) : 4
X =480.000 : 4
X = 120.000

Jadi, jawabannya sama dengan cara menghitung perbandingan berdasarkan nilai satuan, yaitu Rp120.000,00.

Kesimpulan

Perbandingan senilai didasarkan pada dua cara, yaitu:

  1. berdasarkan nilai satuan,
  2. berdasarkan perbandingan.

Perbandingan Berbalik

Sekarang coba kamu amati soal cerita berikut.

Peternakan ‘Hewan Sahabatku’ menjual produknya ke berbagai wilayah. Produk tersebut diantar menggunakan mobil bak terbuka. Karena kondisi jalan yang berbeda-beda, maka laju kendaraan pun berbeda untuk menuju wilayah tertentu. Berikut adalah tabel kecepatan dan waktu tempuh ke masing-masing wilayah.
Perbandingan Berbalik Kecepatan Tabel 1

Apa yang dapat kamu simpulkan dari tabel tersebut?

Kalau diperhatikan dengan teliti, semakin besar nilai yang terdapat pada kolom kecepatan, maka nilai waktu semakin kecil. Ayo kita uraikan beberapa perbandingan pada tabel tersebut. Perhatikan perbandingan pada baris ke-1 dan ke-2. Jika kecepatan ditambah 20 menit, maka waktu tempuh menjadi lebih singkat, yaitu 40 menit.

Perhatikan perbandingan pada baris 2 dan 3. Jika kecepatan ditambah lagi 20 menit, maka waktu tempuh menjadi lebih singkat, yaitu 20 menit. Pada tabel di atas, kamu dapat melihat sebuah contoh mengenai konsep pebandingan berbalik nilai. Jika salah satu besaran nilainya bertambah, maka besaran lainnya yang diperbandingkan nilainya menjadi semakin berkurang.

Rangkuman

Perbandingan berbalik nilai adalah suatu bentuk perbandingan apabila salah satu besaran yang diperbandingkan nilainya bertambah, maka besaran lainnya nilainya menjadi semakin kecil.

Sekarang, mari kita coba kerjakan soal dibawah ini
Seorang peternak mempunyai persediaan makanan untuk 30 ekor kambing selama 15 hari. Jika peternak tersebut menjual 5 ekor kambingnya, dalam berapa hari persediaan makanan tersebut akan habis?
Perbandingan Berbalik Persediaan Makanan Kambing Tabel 2

Pembahasan

Jadi, dianggap 2 ekor kambing dapat menghabiskan makanan untuk 1 hari.

Jika kambing dijual 5 ekor, maka waktu yang diperlukan untuk menghabiskan makanan adalah
30 ekor – 5 ekor = 25 ekor

Jika 1 ekor bisa menghabiskan makanan 0,5 hari, maka

25 ekor x 0,5 hari =  12,5 hari.

sumber : https://bse.belajar.kemdikbud.go.id/