Bagaimana Menghasilkan Susu Sapi yang Berkualitas Baik?

Bagaimana Menghasilkan Susu yang Berkualitas Baik

Sapi adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Dalam peternakan, salah satu jenis ternak yang dipelihara adalah sapi perah. Sapi perah, yaitu sapi penghasil susu. Untuk menghasilkan kualitas susu yang baik, banyak hal yang harus diperhatikan oleh peternak, terutama oleh para pemerah susu.

Pemerahan susu sapi dapat dilakukan dengan menggunakan tangan atau dengan mesin. Kedua cara ini memberikan hasil yang berbeda, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemerahan susu dengan mesin lebih cepat dan susunya higienis. Pemerahan susu dengan mesin biasanya dilakukan oleh peternakan besar yang memasok hasil susunya ke pabrik pengolah susu.

Sebagian besar peternakan rakyat di Indonesia masih menggunakan cara manual untuk memerah susu. Untuk itu, peternak perlu memperhatikan cara memerah susu sapi yang baik, agar kualitas susu yang dihasilkannya mendekati kualitas susu hasil perahan dengan menggunakan mesin.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan peternak sapi perah adalah sebagai berikut.

  1. Persiapan

Pemerah susu perlu memperhatikan kebersihan sapi, area pemerahan, dan kebersihan diri sebelum melakukan kegiatan pemerahan. Kotoran yang mencemari akan mengakibatkan air susu mudah rusak (asam). Untuk itu, hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memerah antara lain:

  • membersihkan kandang sapi;
  • memastikan kebersihan peralatan yang digunakan, misal wadah penampung susu, lap, dan sarung tangan yang digunakan;
  • memastikan bahwa pemerah susu tidak sedang menderita penyakit menular;
  • mencuci tangan dengan bersih, lalu mengeringkannya dengan lap yang bersih;
  • memastikan kuku tangan pemerah sudah dipotong pendek dan bersih;
  • membersihkan kotoran yang melekat pada tubuh sapi, terutama di bagian ekor, badan bagian bawah, ambing (kantong susu), dan putting susu.

 

  1. Waktu pemerahan susu

Memerah susu sapi biasanya dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore hari. Sebelumnya, sapi diberi makan terlebih dahulu untuk menjamin kelengkapan nutrisi dalam susunya, dan untuk menjaga kenyamanan sapi ketika diperah. Perlu diperhatikan bahwa untuk menghasilkan susu berkualitas baik, jadwal dan frekuensi pemerahan harus dijaga dengan teratur. Pemerahan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama setiap harinya.

  1. Cara memerah susu
  • Sebelum diperah, bersihkan ambing dan puting susu sapi dengan air hangat untuk merangsang keluarnya susu.
  • Keringkan ambing dan puting dengan lap yang bersih.
  • Oleskan minyak kelapa atau bahan pelicin lainnya yang aman untuk memudahkan pemerahan, dan untuk menghindari luka pada putting ketika diperah.
  • Perah empat puting susu dengan tangan hingga susu habis. Peternak perlu dilatih terlebih dahulu untuk mempelajari posisi dan Gerakan tangan yang benar ketika memerah.
  • Seekor sapi sebaiknya ditangani oleh satu orang saja untuk menjaga kenyamanan sapi.
  • Selesai pemerahan, cuci lagi ambing dan puting susu dengan air hangat.
  • Saring susu hasil perahan dengan kain penyaring, untuk memisahkan bulu, kotoran, atau sisa makanan yang masuk ke dalam susu.
  • Ukur susu yang dihasilkan dengan alat penakar. Catat hasil produksi susu setiap sapi.
  • Pindahkan susu ke dalam wadah atau kantung plastik yang bersih.
  • Susu siap didistribusikan untuk dijual.

Jika peternak sapi memastikan para pemerahnya melakukan ketentuan diatas dengan benar, maka akan dihasilkan kualitas susu yang baik. Dengan demikian, peternak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari sapi peliharaannya.

 

sumber : https://bse.belajar.kemdikbud.go.id/